SEKELUMIT MASALAH BANK VS HAK KONSUMEN.

 Oleh : Suwarno, SE., SH..

Masalah pelayanan jasa dan produk perbankan yang sering terjadi biasanya ada 2 (dua) masalah dominan yang sering dikeluhkan konsumen terhadap Jasa Perbankan, yaitu : Pertama : Prihal pengaduan soal produk perbankan seperti, ATM, Kartu Kredit, Aneka Ragam Jenis Tabungan, termasuk soal janji hadiah dan iklan produk perbankan. Kedua : Prihal pengaduan cara kerja petugas yang tidak simpatik dan kurang proporsional, khususnya petugas service point, seperti : Teller, Custumer Service, dan Satpam ; Substansinya pengaduan konsumen jasa perbankan, ada yang bersifat teknis dan ada yang bersifat sistemik. Untuk pengaduan yang bersifat teknis, seperti hadiah yang tak kunjung tiba, sepanjang pengaduan konsumen didukung data dan alat bukti yang lengkap serta pihak bank mengakui adanya kesalahan, penyelesaiannya tentu mudah dan tidak begitu sulit. Sedangkan yang menyangkut sistemik, sekritis apapun sikap konsumen ia tetap berada dalam posisi yang lemah, artinya sistem praktek bisnis perbankan belum sepenuhnya dijalankan secara fair dan adil, khususnya dalam perspektif konsumen. Adapun keluhan konsumen yang menyangkut produk perbankan selalu didominasi soal Automatic teller Machine atau Anjungan Tunai Mandiri disingkat dengan ATM, antara lain : a. Tidak merasa bertransaksi, tetapi saldo rekening terdebet/kebobolan ; b. Uang diterima tidak sesuai dengan jumlah penarikan ; c. Uang tidak diterima tetapi saldo rekening terdebet ; Selain itu ada keluhan yang bersifat non finansial antara lain : a. Penerbitan kartu ATM tidak sesuai dengan janji ; b. Lupa nomor PIN ; Masalah lain dalam perjanjian standard untuk aplikasi permohonan ATM ternyata berat sebelah. Tentang tidak berfungsinya ATM, misalnya pihak Bank menuliskan 5 sebab : a. Terputusnya aliran listrik dari PLN ; b. Terputusnya saluran telepon ; c. Unit ATM tidak berfungsi / rusak ; d. Komputer pusat penerbit ATM tidak berfungsi ; e. Persediaan uang dalam boks ATM habis ; Namun dalam kenyataannya masih ditambah lagi, yaitu : f. Kertas struk bukti transaksi di ATM habis ; g. Lambatnya petugas bank dalam mengisi kembali uang ke dalam boks ; Adapun masalah lain yang tidak kalah menariknya adalah tentang pemilik/nasabah dan penggunaan Kartu Kredit, yang juga salah satu produk perbankan. Di sini pihak perbankan demi mengejar target marketing agar masyarakat menjadi Kartu Kredit Mainded, pihak marketing perbankan tidak selektif memilih anggota masyarakat mana yang sebetulnya benar-benar memenuhi syarat untuk diberi Kartu Kredit, sehingga tidak heran kalau banyak terjadi tumpukan tunggakan pembayaran dari masyarakat pengguna kartu kredit kepada pihak Bank bersangkutan, yang sebenarnya di samping menyusahkan konsumen/nasabah bank bersangkutan sekaligus juga merugikan pihak Bank itu sendiri.

Pos ini dipublikasikan di Artikel Umum. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s